Kamis, 28 September 2017

Jurnal Mengenai Desain Pemodelan Grafik

Mata Kuliah  : Desain Pemodelan Grafik
Nama           : Sela Melinda
Npm             : 56415454
Kelas            : 3IA22
Nama Dosen : Syefani Rahma Deski
JURNAL Pertama
Judul Jurnal        : Pemodelan Wajah 3D Berbasis Foto Diri Menggunakan Maya Embedded Language (MEL) Script
Penulis               : Yudi Prayudi dan Iwan Aprizal
Pada jurnal ini memiliki kelebihan dan kekurangan
Pertama kita akan membahas Kelebihan dari Pemodelan Wajah 3D Berbasis Foto Diri Menggunakan Maya Embedded Language (MEL) Script :
*      Memberikan pengertian serta keunggulan menggunakan bahasa pemrograman MEL Script dan aplikasinya yaitu MAYA,
*      Adanya flowchart yang berdampingan dengan gambar prosesnya, membuat pembaca jelas dengan alur pembuatan modeling wajah 3D,  
*      Karena menggunakan bantuan foto diri paling tidak model akhir wajah 3D yang dihasilkan memiliki tingkat kemiripan,  
*      Dengan model wajah 3D tersebut maka proses-proses rekayasa objek grafik seperti animasi, efek photo realistic dapat dengan mudah dilakukan
Kedua kita akan membahas Kekurangan dari Pemodelan Wajah 3D Berbasis Foto Diri Menggunakan Maya Embedded Language (MEL) Script :
*      Pemodelan wajah 3D ini memiliki tingkat kesulitas cukup tinggi,
*      Tidak hanya dalam metode yang dilakukan cukup rumit,
*      Dan membutuhkan tingkat kemahiran dalam memilih foto yang seimbang antara tampak samping dan depan,
*      Serta juga dalam mengolah foto yang akan menjadi dasar pemodelan 3D
Ø  Kesimpulan nya :
Pembuatan pemodelan wajah 3D menggunakan foto wajah berekstensi jpeg, dimana foto wajah yang akan di import sebelumnya dibentuk intensitas warna tiap pixel lewat sejumlah metode, yaitu metode image adjustment brightness/contrast, image color balance, layer multiply, dan tampilan convert mode rgb yang semuanya ini dikerjakan di luar program utama dengan menggunakan photoshop
Dalam mengimplementasikan foto 2D tersebut menjadi 3D penulis menggunakan metode nurbs (non-uniform rational bezier spline) modeling, polygon serta subdivision
JURNAL Kedua
Judul Jurnal        : Pembuatan Simulasi Pergerakan Objek 3D (Tiga Dimensi) Menggunakan OpenGL
Penulis               : Deddy Suhardiman, S.T.G. Kaunang, Rizal Sengkey dan Arthur M. Rumagit
Jurusan  : Teknik Elektro, Fakultas Teknik, UNSRAT, Manado
Pada jurnal ini memiliki kelebihan dan kekurangan
Pertama kita akan membahas Kelebihan dari Pembuatan Simulasi Pergerakan Objek 3D (Tiga Dimensi) Menggunakan OpenGL :
*      Memberikan pengertian yang baik yang terdapat pada landasan teorinya,
*      Bahan dan peralatan (hardware dan software) dijelaskan secara mendetail,
*      Terdapat logika dan penjelasan pada setiap coding yang dipakai project,
*      Fleksibilitas yang besar dimungkinkan dalam proses menghasilkan gambar,
*      OpenGL dapat dikombinasikan sebagai building blocks untuk menciptakan teknik inovatif dan menghasilkan kemampuan baru grafis
Kedua kita akan membahas Kekurangan dari Pembuatan Simulasi Pergerakan Objek 3D (Tiga Dimensi) Menggunakan OpenGL :
*      Kurangnya menyertakan gambar dari tahapan-tahapan proses,
*      Kurangnya ketepatan pixel yang muncul dalam pembuatan objek,
*      Hasil simulasi pada jurnal kurang mendetail.
Ø  Kesimpulan nya :
Untuk membuat aplikasi menggunakan OpenGL, terlebih dahulu kita membutuhkan suatu konsepsi interfacing dalam implementasinya pada proteksi objek. Salah satu cara yang sudah umum digunakan adalah dengan membuat window-based OpenGL  
OpenGL mendukung lighting, shading, texture, mapping, blending, transparancy, dan banyak kemampuan efek khusus lainnya
OpenGL mempunyai banyak fungsi dan penggunaan perintah yang sangat luas. Penggunaan OpenGL membutuhkan library tambahan yang harus di letakkan pada direktori sistem dari windows (OS) .
Referensi :
http://stephanus-sutrisno.blogspot.co.id/

Senin, 25 September 2017

Konsep Pemodelan Grafik

Mata Kuliah     : Desain Pemodelan Grafik
Nama              : Sela Melinda
Npm                : 56415454
Kelas               : 3IA22
Nama Dosen    : Syefani Rahma Deski


BAB I Konsep Pemodelan Grafik
Desain merupakan perencanaan dalam pembuatan sebuah objek, sistem, komponen atau struktur. Kemudian, kata “desain” dapat digunakan sebagai kata benda maupun kata kerja. Dalam artian yang lebih luas, desain merupakan seni terapan dan rekayasa yang berintegrasi dengan teknologi. Desain dikenakan pada bentuk sebuah rencana, dalam hal ini dapat berupa proposal, gambar, model, maupun deskripsi. Jadi dapat dikatan, desain merupakan sebuah konsep tentang sesuatu. Sedangkan pemodelan adalah proses membangun atau membentuk sebuah model dari suatu sistem.

 Unsur-Unsur Desain Grafis :
1. Garis (Line)
Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain.
2. Bentuk (Shape)
Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak (rectangle), lingkaran (circle), dan segitiga (triangle).
3. Tekstur (Texture)
Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Yang pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda.
4. Ruang (Space)
Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya, pada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain dan dinamika desain grafis.
5. Ukuran (Size)
Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu obyek. Dengan menggunakan unsur ini Anda dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada obyek desain anda sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.
6. Warna (Color)
Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk bentuk visual secara jelas.

Prinsip Desain Grafis :
•Ruang Kosong (White Space)
Ruang kosong dimaksudkan agar karya tidak terlalu padat dalam penempatannya pada sebuah bidang dan menjadikan sebuah obyek menjadi dominan.
•Kejelasan (Clarity)
Kejelasan atau clarity mempengaruhi penafsiran penonton akan sebuah karya. Bagaimana sebuah karya tersebut dapat mudah dimengerti dan tidak menimbulkan ambigu/ makna ganda.
•Kesederhanaan (Simplicity)
Kesederhanaan menuntut penciptaan karya yang tidak lebih dan tidak kurang. Kesederhanaan seing juga diartikan tepat dan tidak berlebihan. Pencapaian kesederhanaan mendorong penikmat untuk menatap lama dan tidak merasa jenuh.
•Emphasis (Point of Interest)
Emphasis atau disebut juga pusat perhatian, merupakan pengembangan dominasi yang bertujuan untuk menonjolkan salah satu unsur sebagai pusat perhatian sehingga mencapai nilai artistic.

Jenis-Jenis Grafik :
Bar Chart
Bar chart merupakan salah satu jenis grafik yang dipakai dalam menunjukkan harga pada instrumen keuangan seperti forex, index saham, dll.
Candlestick Chart
Candlestick Chart ditunjukkan dengan dua warna yang berbeda, yang mana masing-masing warna menunjukkan jenis candle yang terbentuk dari setiap jenis trend.
Line Chart
Jenis grafik yang satu ini kurang diminati oleh trader karena keterbatasan tampilannya dalam menunjukan keadaan harga.

Referensi :
https://sarapanmatahari.wordpress.com/2010/06/07/pengertian-desain
https://fatchiati.wordpress.com/2010/03/23/permodelan-sistem
https://tyasjenitri.wordpress.com/2013/02/26/prinsip-unsur-desain-grafis
http://aldigozali.com